Melakukan Edukasi mengenai pola makan hidup sehat,hipertensi,diabetes, dan manajemen stress kolaborasi pkm blang mangat dengan mahasiswa universitas bumi persada di desa mesjid punteut.

Lhokseumawe, 10 Agustus 2026 - UPTD Puskesmas Blang Mangat melakukan Kegiatan edukasi mengenai pola makan sehat, pencegahan hipertensi, diabetes melitus, serta manajemen stres telah dilaksanakan melalui kolaborasi antara UPTD Puskesmas Blang Mangat dan mahasiswa Bumi Persada. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia). Edukasi dilaksanakan pada kegiatan Kelas Lansia di Desa Mesjid Peunteut dengan sasaran para lansia yang secara rutin mengikuti pembinaan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blang Mangat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya penerapan pola makan sehat sebagai langkah utama dalam menjaga kesehatan di usia lanjut. Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serta serat dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular. Para lansia juga diberikan contoh menu sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selanjutnya, materi edukasi difokuskan pada pencegahan hipertensi. Tim edukator menjelaskan pengertian hipertensi, faktor risiko, gejala, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahannya. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, menjaga berat badan ideal, melakukan aktivitas fisik secara teratur, mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, menghindari kebiasaan merokok, serta membatasi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol. Edukasi ini bertujuan agar para lansia mampu mengenali faktor risiko sejak dini sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Materi berikutnya membahas mengenai pencegahan diabetes melitus. Dalam sesi ini dijelaskan pentingnya menjaga kadar gula darah melalui penerapan pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang rutin, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Peserta juga diberikan informasi mengenai tanda dan gejala diabetes, faktor risiko, serta komplikasi yang dapat terjadi apabila penyakit tidak dikendalikan dengan baik. Tim pelaksana memberikan motivasi kepada peserta agar lebih disiplin dalam menerapkan gaya hidup sehat sehingga risiko terjadinya diabetes maupun komplikasinya dapat diminimalkan.

Selain edukasi mengenai penyakit tidak menular, peserta juga memperoleh materi tentang manajemen stres sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental pada usia lanjut. Edukasi mencakup cara mengenali tanda-tanda stres, pentingnya menjaga kesehatan mental, serta berbagai teknik sederhana untuk mengelola stres, seperti melakukan relaksasi, aktivitas fisik ringan, menjaga komunikasi dengan keluarga, mengikuti kegiatan sosial, memperbanyak ibadah sesuai keyakinan, serta melakukan hobi yang memberikan rasa nyaman dan bahagia. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berbagi pengalaman dan memperoleh solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

Kolaborasi antara UPTD Puskesmas Blang Mangat dan mahasiswa Bumi Persada memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan kegiatan edukasi. Mahasiswa berperan aktif membantu penyampaian materi, memfasilitasi diskusi, memberikan pendampingan kepada peserta, serta mengajak lansia berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sinergi ini tidak hanya memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan akademik secara langsung di masyarakat.

Melalui kegiatan Kelas Lansia di Desa Mesjid Peunteut ini diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat, melakukan upaya pencegahan terhadap hipertensi dan diabetes, serta mampu mengelola stres dengan baik. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku hidup sehat sehingga kualitas hidup lansia semakin meningkat, risiko terjadinya penyakit tidak menular dapat ditekan, serta tercipta masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.